5 Jam dan Tanpa Ujian Nasional, Begini Finlandia Menjadikan Muridnya Terpintar di Dunia

- 10.33

5 Jam dan Tanpa Ujian Nasional, Begini Finlandia Menjadikan Muridnya Terpintar di Dunia

 
As salamuaikum rekan OPS_PTD dimana saja berada mudah-mudahan masih dalam ke adaan sehat selalu
Ini yng seharusnya indonesia mampu tiru dalam mewujudkan pendidikan yng mempunyai kualitas. Luar biasa adalahucapan yng cocok bagi atau bisa juga dikatakan untuk negara sekecil Finlandia mampu menjadikannya murid sekolahnya terpintar di Dunia yang dengannya sekolah 5 Jam dan tanpa Ujian Nasional.
Siapa yng tidak ingin disebut murid pintar di sekolah ? Nah, bagi atau bisa juga dikatakan untuk disebut murid pintar di sekolah, anda mesti rajin mengerjakan pekerjaan rumah, rajin kumpul tugas, ikut ujian tiap semester, mesti punya nilai yng baik dan selalu rangking di kelas. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencapai maupun meraih predikat murid pintar kita pula Perlu bersaing yang dengannya murid-murid lain-lainnya. Namun tahukah anda, negara yang dengannya pendidikan paling baik dan murid terpintar di dunia yakni Finlandia malah melakukan hal yng sebaliknya?
Advertisement
Murid Finlandia cuma cuma sekali menghadapi satu kali ujian nasional disaat berumur 16 tahun. Berbeda yang dengannya murid di Indonesia yng hampir tiap semester diadakan ujian. Bukannya cuma itu, pelajar di Finlandia memperoleh waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain, pekerjaan rumah yng minim. Akan tetapi yang dengannya system yng leluasa itu orang-orang malah mampu belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Berikut sesuatu yang di sembunyikan system pendidikan Finlandia : 1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Sesudah Berusia 7 Tahun
Orang tua jaman saat ini pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri bisa pre-school tidak jelek alias bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak tidak jelek alias bagus, nantinya sulit bisa SD, SMP, ataupun SMA yng tidak jelek alias bagus. Di Finlandia tak ada kekhawatiran semisal itu. Malah pendapat dari hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah disaat berumur 7 tahun.
Awal yng lebih telat andai dibandingkan negara-negara lain itu malah berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak bagi atau bisa juga dikatakan untuk belajar. Orang-orang pula meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini malah didorong bagi atau bisa juga dikatakan untuk lebih tidak sedikit bermain dan bersosialisasi yang dengannya sahabat sebaya. Malah penilaian tugas tak diberikan sampai-sampai orang-orang kelas 4 SD. Sampai-sampai jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.
Pelajar di Finlandia telah terbiasa menemukan sendiri tips pembelajaran yng paling efektif bagi orang-orang, jadi nantinya orang-orang tak Perlu terasa terpaksa bagi atau bisa juga dikatakan untuk belajar. Untuk itu walaupun mulai telat, namun pelajar umur 15 di Finlandia malah sukses mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu memperlihatkan faedah dan efektivitas system pendidikan di Finlandia.
2. Tatacara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat
Tahukah anda bahwasanya bagi atau bisa juga dikatakan untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, orang-orang berhak memperoleh rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwasanya kemampuan paling baik siswa bagi atau bisa juga dikatakan untuk menyerap ilmu baru yng diajarkan malah akan datang, andai orang-orang memilliki peluang mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Orang-orang pula jadi lebih produktif di jam-jam belajar lantaran mengerti bahwasanya toh sebentar lagi orang-orang akan bisa kembali bermain.
Di samping menaikan kemampuan fokus di atas, mempunyai jam istirahat yng lebih panjang di sekolah pula sebetulnya mempunyai manfaat kebugaran atau kesehatan. Orang-orang jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tak cuma duduk di kelas. Tidak jelek alias bagus pula kan andai tak membiasakan anak-anak dari kecil bagi atau bisa juga dikatakan untuk terlalu tidak sedikit duduk.
3. Seluruh Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau
Satu lagi faktor yng membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yng tidak jelek alias bagus bagi atau bisa juga dikatakan untuk anaknya, lantaran seluruh sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yng lebih penting lagi, percis gratisnya. System pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberikan subsidi pada orang-orang yng butuh, namun menyediakan pendidikan gratis dan mempunyai kualitas bagi atau bisa juga dikatakan untuk seluruh.
Reformasi pendidikan yng dimulai pada tahun 1970-an yang telah di sebutkan merancang system kepercayaan yng meniadakan evaluasi ataupun ranking sekolah menjadikan antara sekolah gak butuh terasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur yang dengannya aturan ketat bagi atau bisa juga dikatakan untuk tak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, cuma terdapat segelintir sekolah swasta yng umumnya pula berdiri lantaran basis agama.
Tak berhenti yang dengannya biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia pula menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran semisal makan siang, biaya kebugaran atau kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memanglah sih system semisal ini mungkin berjalan lantaran kemapanan perekonomian Finlandia. Namun andai memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya seluruh negara pula berinvestasi besar bagi atau bisa juga dikatakan untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.
4. Seluruh Guru Dibiayai Pemerintah Bagi atau bisa juga dikatakan untuk Mencapai maupun meraih Gelar Master. Gaji Orang-orang Pula Salah satunya Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia
Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yng mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yng didapati di seluruh sekolah di Finlandia merupakan mutu guru-gurunya yng setinggi langit. Guru merupakan satu dari sekian banyaknya pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tak peduli jenjang SD ataupun SMA, seluruh guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yng disubsidi penuh oleh pemerintah dan mempunyai tesis yng telah dipublikasi.
Finlandia memahami bahwasanya guru merupakan orang yng paling berpengaruh dalam menaikan mutu pendidikan generasi masa depannya. Untuk itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran bagi atau bisa juga dikatakan untuk menaikan mutu tenaga pengajarnya. Tak saja kualitas, pemerintah Finlandia pula memastikan ada cukup guru bagi atau bisa juga dikatakan untuk pembelajaran intensif yng optimal. Ada 1 guru bagi atau bisa juga dikatakan untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yng jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru mampu memberikan perhatian khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.
Andai Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya pula Perlu memperoleh sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru tidak lebih, mengapa kita menuntut orang-orang Perlu memberikan yng paling baik dalam proses pembelajaran? Tak adil ‘kan?
5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Tatacara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Lantaran Itu, Ujian Nasional Taklah Butuh
Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yng tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada orang-orang. Cuma terdapat garis pedoman nasional longgar yng Perlu diikuti. Ujian Nasional pun tak diharapkan. Pemerintah meyakini bahwasanya guru merupakan orang yng paling mengerti kurikulum dan tips penilaian paling baik yng paling sesuai yang dengannya siswa-siswa orang-orang.
Diversitas siswa semisal keberagaman tingkatan sosial ataupun latar belakang kultur umumnya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Mampu jadi gara-gara fleksibilitas dalam system pendidikan Finlandia itu, seluruh diversitas malah mampu difasilitasi. Jadi yang dengannya tatacaranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yng berbeda ini mampu mengembangkan potensinya secara maksimal.
6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, System Pendidikan Orang-orang Telah Semisal di Bangku Kuliah
Tak cuma jam istirahat yng lebih panjang, jam sekolah di Finlandia pula relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanykan cuma berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti system layaknya kuliah. Orang-orang cuma akan datang pada jadwal pelajaran yng orang-orang pilih. Orang-orang tak datang terasa terpaksa namun lantaran pilihan orang-orang.
Pendeknya jam belajar malah mendorong orang-orang bagi atau bisa juga dikatakan untuk lebih produktif. Umumnya pada awal semester, guru-guru malah menyuruh orang-orang bagi atau bisa juga dikatakan untuk menentukan target ataupun aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi disaat masuk kelas, orang-orang tak sekadar tahu dan siap namun pula tak sabar bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengawali proyeknya sendiri.
7. Gak Ada System Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwasanya Seluruh Murid Itu Seharusnya Ranking 1
Upaya pemerintah menaikan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwasanya seluruh siswa di Finlandia bisa jadi pintar. Tanpa terkecuali. Untuk itu, orang-orang tak mempercayai system ranking ataupun kompetisi yng pada akhirnya cuma akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.
Meskipun ada bantuan khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk siswa yng terasa butuh, namun orang-orang tetap ditempatkan dalam kelas dan program yng percis. Tak ada pula program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Malah anak dari kelas-kelas berbeda pun Suka bertemu bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelas campuran. Taktik itu terbukti sukses lantaran era ini Finlandia merupakan negara yang dengannya kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.
@Semoga_Bermanfaat

Sumber Rujukan Dan Gambar : http://opsptd.blogspot.com/2016/03/5-jam-dan-tanpa-ujian-nasional-begini.html

Seputar 5 Jam dan Tanpa Ujian Nasional, Begini Finlandia Menjadikan Muridnya Terpintar di Dunia

 

Cari Artikel Selain 5 Jam dan Tanpa Ujian Nasional, Begini Finlandia Menjadikan Muridnya Terpintar di Dunia